Minggu, 08 Juni 2014

Resensi Cerita Pendek Merah Putih


Judul : Merpati Putih
Penulis : Rhey El Fariqhy
Penerbit : leutika Prio
Cetakan : Pertama
Tahun Terbit : 2011
Tebal Buku : 164 Halaman
“BUGGG!!! Dia terhuyung beberapa langkah belum sempat dia membalas Raka kembali melancarkan serangan… makin melemah, pikir Raka, sudah lama ilmu Merpati Putih dasar dari Kakek Pram.”
Cerita pendek ini menceritakan tentang konflik yang dialami tokoh dengan penggambaran yang sangat simpel namun sering kita jumpai masalah serupa pada masa perkembangan atau masa Remaja, menarikuntuk di bahas dan menarik untuk dianggkat dalam sebuah cerita.
Merpati putih adalah salah satu karangan Rhey El Fariqhy yang menjadi pemenang sampul buku proyek gotong royong kloter lima, yang didalamnya ada juga beberapa cerpen dari pengarang lain yang tidak kalah menariknya untuk dibaca.
Penggalan cerpen diatas menceritakan tentang konflik fisik dan batin tokoh yang bernama Raka dengan seorang pemuda misterius saat perkelahian malam itu, yang punya maksud jahat terhadap tokoh Raka, kesunyian malam di jalan dan kejadian kejadian tak terduga pun dialami tokoh Raka yang baru pulang mengerjakan PR di rumah teman tokoh Raka.
Begitu piawainya penggambaran diskripsi seting dari penggarang membuat pembaca seolah-olah menyaksikan secara langsung kejafian yang dialami oleh tokoh Raka, Raka adalah putra darti bapak Adiwiarta seorang pengusaha yang cara mendidik anak terlalu pilih kasih menurut pandangan Raka, tak pernah memperhatikan raka, dan selalu memarahinya hingga Raka tak betah berada di rumah. Kekeesalan Raka makin memuncak ketika kakaknya yang bernama Satriyo yang terus di maja dan dianak emaskan.
Hak ini lah yang membuat Raka mencari jalan dan jati dirinya sendiri dengan ikut genk motor, membuat kondisi Raka makin tidak harmonis dengan orang tua dan teman-teman Raka. Tempat itulah yang dianggap raka terbaik dalam mencari ketenangan dan kepusana atas ketidak adialan yang ia alami.
Konflik batin yang dialami Raka juga timbul ketika sedang sarapan, karena tekanan dari ayah dan kakaknya membuat Raka semakin merasa tertekan, sejak pagi itu Raka tidak boleh lagi menggunakan motor untuk berkatifitas kemanapun termasuk ke sekolah, muka Raka yang babak belur dihajar orang misterius itulah penyebabnya. Hanya gara-gara masalah wanita, ya Viona namanya, orang yang selama ini ada rasa sejak kelas delapan SMP, karena tiga tahun di SMP VIona dan Raka selalu bersama-sama. Viona, pernah berpacaran dengan Galih, orang misterius yang menghajarnya malam itu.
Pada suatu pertemuan di belakang sekolah (SMA), pemandangan sawah-sawah dengan pemadangan background Gunung Muria, Raka bertemu dengan Viona, ternyata Viona si gadis cantik yang idola semau lelaki di sekolah karena dia juga artis, mengunggkapkan is hatinya pada Raka sore itu menjadi saksi terakhir pertemuan Raka dan Viona yang sia-sia, karena rakan akan meninggalkan kot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar