Kamis, 15 Januari 2015

Beberapa tools untuk melakukan audit TI

Salah satu 9 tools untuk melakukan audit TI :

1. ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.

2. Picalo
Picalo adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber. Picalo dikemas dengan GUI (Graphis User Interface) yang mudah digunakan, dan dapat berjalan di berbagai sistem operasi.

3. Metasploit
Metasploit merupakan perangkat lunak yang dapat membanttu keamanan dan sifat profesionalisme teknologi informasi seperti melakukan identifikasi masalah keamanan, verifikasi kerentanan, dapat melakukan scanning aplikasi website, dan rekayasa sosial.

4. NMap (Network Mapper)
NMap bersifat open source yang digunakan untuk audit dalam hal keamanan. Sistem dan administrator menggunakan perangkat lunak ini sebagai persediaan jaringan, mengelola jadwal layanan untuk upgrade, jenis firewall apa yang sedang digunakan, dan lain-lain. NMap berjalan pada semua sistem operasi dan paket biner seperti Linux, serta dapat melakukan transfer data secara fleksibel.

5. Wireshark
Wireshark adalah jaringan terkemuka pada analyzer protocol. Perangkat ini dapat membantu dalam melakukan penangkapan dan interaksi dalam penelusuran lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer.

6. COSO
COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) sebuah framework yang dibuat oleh sector swasta untuk menghindari tindak korupsi yang sedang marak terjadi di Amerika pada tahun 1970-an. COSO berkaitan dengan FCPA yang dikeluarkan oleh SEC dan US Congress pada tahun 1977 yang bertujuan untuk melawan fraud dan korupsi yang sedang maraknya terjadi di Amerika tahun 70-an. Yang membedakannya adalah FCPA merupakan inisiatif dari eksekutif-legislatif, sedangkan COSO merupakan inisiatif dari sektor swasta.
Sektor swasta ini membentuk ‘National Commission on Fraudulent Financial Reporting’ atau dikenal juga dengan ‘The Treadway Commission’ di tahun 1985. Komisi ini disponsori oleh 5 professional association yaitu: AICPA (The American Institute of Certified Public Accountants), AAA (The American Accounting Association), FEI (Financial Executives International) ,IIA (The Institute of Internal Auditors), IMA (The Institute of Management Accountants). Tujuan komisi ini adalah melakukan riset mengenai fraud dalam pelaporan keuangan (fraudulent on financial reporting) dan membuat rekomendasi2 yang terkait dengannya untuk perusahaan publik, auditor independen, SEC, dan institusi pendidikan.v v        
Misi utama dari COSO adalah  “Memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan corporate governance. COSO mengembangkan studi mengenai sebuah model untuk mengevaluasi pengendalian internal. Pada tehun 1992, telah diselesaikan studi tersebut dengan memperkenalkan sebuah “kerangka kerja pengendalian internal” yang akhirnya menjadi sebuah pedoman bagi para eksekutif, dewan direksi, regulator, penyusun standar, organisasi profesi , dan lainnya sebagai kerangka kerja yang komprehensif untuk mengukur efektifitas pengendalian internal.

7. CMII
CMMI (Capability Maturity Model Integration) merupakan suatu model untuk meningkatkan suatu proses dalam organisasi atau perusahaan. Proses ini melibatkan 2 komponen lainnya yaitu orang dan teknologi.
Dengan meningkatkan proses yang dinilai berdasarkan model CMMI pada suatu perusahaan atau organisasi, maka CMMI akan bermanfaat untuk memperbaik prediksi jadwal dan budget, waktu siklus, kualitas, moral pegawai, meningkatkan produktivitas, kepuasan pelanggan, return of investment dan mengurangi biaya kualitas.
Pada training ini peserta akan dibekali pemahaman dan praktik secara mendalam untuk mampu mewujudkan suatu perusahaan atau organisasi meraih level maturuty tertentu berdasarkan model CMMI sehingga diakui secara global dan mampu memberikan manfaat-manfaat di atas bagi perusahaan atau organisasi anda.

8.  PMBOK (Project Management Body Of Knowledge)
PMBOK (Project Management Body Of Knowledge) PMBOK adalah suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan kumpulan pengetahuan yang diperlukan oleh profesional dibidang manajemen proyek. Seperti halnya profesional di bidang lain seperti hukum, akuntansi ataukah komputer, semuanya memiliki suatu batang tubuh ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan baik oleh praktisi maupun akademisi. PMBOK yang telah digunakan secara luas di seluruh dunia, tentunya harus diadaptasi, diramu dan disesuaikan dengan keadaan sosial, budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat kita. Panduan untuk PMBOK manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, kemampuan, alat bantu serta teknik ke aktifitas proyek agar dapat memenuhi atau melampaui apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh pihak terkait (stakeholder) dari proyek. Memenuhi atau bahkan melampui terhadap apa yang dibutuhkan dan diharapkan dari stakeholder, dengan cara menyeimbangkan seluruh kebutuhan yang terkait dengan: - Ketepatan lingkup, waktu, biaya dan kualitas - Stakeholder atau pihak yang terlibat atau terkena dampak dari proyek, dengan kebutuhan dan harapan yang berbeda-beda - Tujuan yang terdeskripsi (kebutuhan) dan yang tidak terdeskripsi secara tertulis (harapan) PMBOK (Project Management Body Of Knowledge) adalah sebuah bundle pengetahuan yang berhubungan dengan project management

 9. PRINCE2

   PRINCE2 disusun sebagai metode terstruktur dalam pengelolaan proyek TI secara efektif yang dipublikasikan dalam satu dokumen yang dikenal sebagai Managing Successful Projects With PRINCE2. PRINCE2 dipublikasikan pertama kali pada tahun 1996 sebagai respon atas kebutuhan pengguna yang memerlukan adanya panduan dalam manajemen proyek di segala jenis proyek, tidak hanya bagi proyek-proyek di bidang TI (teknologi informasi). Tujuan utama dari PRINCE2 adalah mendefinisikan sebuah metode manajemen proyek  yang meliputi seluruh bagian dan aktivitas yang perlu dilaksanakan dalam sebuah proyek. Sedangkan target organisasi yang dituju dari metode ini adalah setiap jenis maupun besaran lembaga. Fokus mendasar dari PRINCE2 adalah pada pengelolaan kasus bisnis yang memberikan    gambaran rasional dan penilaiannya untuk proyek yang sedang dilaksanakan. Kasus-  kasus bisnis tersebut membimbing seluruh proses manajemen proyek dari mulai inisial persiapan proyek hingga penyelesaiannya.
    PRINCE2 dalam penerapannya selalu menyertakan subyek berikut yang     mengikuti kasus-kasus bisnis yaitu:
  1.  Membangun pengertian mendasar atas proses, tanggung jawab dan standar penilaian untuk manajemen proyek
  2. Menyediakan pendekatan yang konsisten dalam manajemen proyek tanpa membedakan jenis proyeknya
  3. Memastikan keterlibatan aktif dari para pengguna dan pemegang kebijakan
  4. Memastikan fokus pada tujuan selama pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek
  5. Pengadopsian best-practice dari manajemen proyek yang sudah teruji
PRINCE2 memiliki dua :
  • Foundation Certificate : Ujiannya dilaksanakan dalam satu jam yang meliputi 75 pertanyaan pilihan berganda.
  •  Registered Practitioner : Ujiannya dilaksanakan dalam tiga jam yang meliputi tiga kasus berbeda dalam 150 pertanyaan pilihan berganda. Untuk dapat lulus minimal harus lulus 75 pertanyaan yang dapat dilakukan dengan sistem open book.
Secara spesifik, PRINCE2 merupakan standar dalam manajemen proyek TI dan tidak memiliki arah secara khusus pada manajemen TI atau/dan tata-kelola TI (IT governance).
  
 10.

Sumber :
http://ridhozulandra.blogspot.com/2013/10/sekilas-mengenai-coso-committee-of.html
http://brainmatics.com/cmmi-capability-maturity-model-integration/
https://empi378.wordpress.com/2013/01/21/tools-untuk-melakukan-audit-ti-teknologi-informasi/
http://deniluthfianto.blogspot.com/2012/12/pmbok-project-management-body-of.html
http://atinafezza.blogspot.com/2012/10/tool-manajemen-proyek.html
http://yanti91.blogspot.com/2013/01/post-test-tools-yang-digunakan-untuk.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar