Sabtu, 24 November 2012

Teori Evolusi Darwin



Teori Evolusi Darwin
                      
          Dari beberapa artikel yang telah saya baca, Teori Evolusi dan Seleksi Alam Charles Darwin menyatakan bahwa, manusia berasal dari proses evolusi berjuta-juta tahun yang hanya mempunyai satu atau beberapa nenek moyang saja. Lebih lanjut dalam bukunya yang berjudul “The Origin Of Species”( Asal-usul Jenis Hewan) Beliau mengutarakan bahwa adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap individu organisme membuktikan terjadinya perubahan evolusi. Dalam perkembanganya, organisme telah mengalami fase seleksi alam yang mengharuskan  organisme tersebut menyesuaikan diri dengan keadaan lingkunganya untuk bertahan hidup. Pada fase seleksi alam inilah terjadi proses mutasi organisme yang dianggap menguntungkan dapat menghasilkan terciptanya perubahan bentuk spesies baru yang bervariasi dan kompleks.

          Menurut saya Teori Evolusi Darwin ini masih sangat lemah terlebih terbukti dengan pernyataan yang menyebutkan  bahwa  kemiripan antar kelompok organisme menunjukkan adanya keterkaitan dalam perubahan evolusioner, namun belum ada suatu penelitian bahkan sebuah penjelasan yang mendetail tentang bagaimana proses evolusi itu terjadi.”  ( Evolusi and Natural Selection,http://www.globalchange.umich.edu/globalchange1/current/lectures/selection/selection.html).  
Teori evolusi juga mengatakan bahwa primata kera yang ada saat ini berbeda dengan primata hidup pada zaman dahulu, sehingga tidak bisa disamakanya hasil DNA yang dimiliki kera zaman sekarang dengan DNA manusia. Kini yang menjadi pertanyaan adalah, apakah sudah ada penelitian pada primata kera yang dimaksudkan tersebut yang menunjukkan keterkaitan dan proses  berevolusinya menjadi manusia ?
          Dalam teori evolusi digambarkan bahwa, proses mutasi menguntungkan yang terjadi pada saat seleksi alam adalah proses terciptanya perubahan species dalam bentuk varian  baru ( The Origin Of Species ). Teori dimentahkan dengan pernyataan yang mengatakan, “ ilmuwan telah menunjukkan bahwa mutasi yang menguntungkan tidak terjadi untuk menhasilkan varian gen yang meningkatkan kemungkinan  suatu organisme untuk bertaan hidup dalam lingkungan tertentu.” ( Examples of Beneficial Mutations and Natural Selection,  from The Evolution Evidence Page ).
          Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa saya tidak setuju apabila Teori Evolusi dan Seleksi Alam ini dianggap benar. Hal ini disebabkan masih kurang sempurnanya penjelasan yang diberikan tehadap teori ini sehingga masih banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab berdasarkan teori tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar