Selasa, 15 Januari 2013
RESUME Kelompok 3
ARTI PENTING KOMUNIKASI DALAM ORGANISASIKomunikasi dimanapun pasti dibutuhkan, terutama dalam organisasi yang biasanya memiliki lebih dari 1 orang berarti bisa terjadi begitu banyak komunikasi diantara mereka. Pentingnya komunikasi dalam organisasi seperti manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas. Di penjelasan ini, memakai salah satu contoh organisasi formal yaitu Sekolah. Permasalahannya adalah bagaimana sekolah tersebut menangani masalah sering terjadinya tawuran antar pelajar. Para anggota organisasi di sekolah pun harus bisa berkomunikasi kepada muridnya, kalo tawuran itu budaya yang tidak baik dan harus ditinggalkan apapun alasannya. Banyak cara yang bisa dilakukan dari pihak sekolah, misalnya memberi hukuman yang berat pada pelaku tawuran itu. Komunikasi murid di antara sekolah yang sering terjadi tawuran harus juga diperhatikan, banyak bimbingan yang harus diberikan pada mereka.
RESUME Kelompok 1
ARTI PENTING ORGANISASI DALAM MASYARAKAT
Organisasi terdiri dari formal dan informal. Organisasi yang formal sudah tentu memenuhi syarat sah bisa disebut menjadi organisasi menurut UUD 1945, sedangkan organisasi informal sebuah kumpulan orang-orang yang mempunya tujuan bersama dengan cara mereka masing-masing. Maupun organisasi itu formal atau informal, pasti sangat dibutuhkan oleh masyarakat dengan ketentuan tujuan mereka untuk membantu masyarakat dengan baik tanpa ada macam-macam yang membuat keberatan bagi masyarakat.
Organisasi terdiri dari formal dan informal. Organisasi yang formal sudah tentu memenuhi syarat sah bisa disebut menjadi organisasi menurut UUD 1945, sedangkan organisasi informal sebuah kumpulan orang-orang yang mempunya tujuan bersama dengan cara mereka masing-masing. Maupun organisasi itu formal atau informal, pasti sangat dibutuhkan oleh masyarakat dengan ketentuan tujuan mereka untuk membantu masyarakat dengan baik tanpa ada macam-macam yang membuat keberatan bagi masyarakat.
Senin, 14 Januari 2013
Latihan Dasar Kepimpinan
Gue mengikuti LDK pada kelas 2 SMA waktu itu, gue terobses sama sodara-sodara gue yang sukses di kalangan osis. Dulu gue pernah osis waktu SMP, tapi gue pengen coba lebih keatas lagi di tingkat SMA. Proses menjadi osis itu ada 2 tahap di sekolah gue, yaitu Latihan Dasar Kepimpinan (LDK) dan Pelantikan setelah calon yang sudah pasti terpilih.
Waktu kelas 1 gue pernah ikut tapi gue gagal tahap LDK, gue kurang menonjol disana. Tapi gue berharap bisa jadi osis di kesempatan kedua ini.
Lokasi LDK nya itu di Villa Pemuda, Cibodas. Tempatnya di lumayan bagus ada lapangan ada asrama nya 3, dan di dalam proses pembangunan 1 asrama. LDK pun mulai dengan peserta sekitar 100 orang, disini kita disuruh buat name tag isinya nama, kelas, dan jabatan yang di inginkan. Gue pengen jadi seksi 3, yaitu seksi yang ngurus acara MOS, study tour dll. Pertama kita baris rapi di dalam sebuah aula, disani kita di test kedisplinan kita dalam baris berbaris, gue rasa itu wajar dan harus di LDK ini. Tiba-tiba buat yang peserta seniornya disuruh baris paling depan termasuk gue, dan ditanya satu-satu pengen jadi apa? sanggup gak jabatannya kaya gitu? gue pun langsung menjawabnya sanggup tapi ada 1 kakak kelas dateng ke gue, mungkin iseng nanya nya ' kamu sanggup gak kalo jadi ketua?' dia bilang begitu, ini tantangan buat gue dan langsung gue bilang sanggup. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ambil spidol dan menghapus jabatan yang gue pengen sebelumnya. Gue jadi canggung dan gugup 2x lipat, karena gue belom siap apa-apa buat jadi ketua osis kaya gini. Acara hari pertama pun disisi dengan berbagai materi dari beberapa narsumber, belom ada sesi dari kakak osisnya yang bakal menguji kita secara mental. Malam pun tiba dan akhirnya kita merasakan makan malam juga setelah materi yang numpuk. Tapi disini makan pun harus di uji, makan harus bener-bener banyak sayurnya, terutama para seniornya dikasih banyak lalapan sayurnya. Setelah mengambil makanan dari kantin, kita balik ke aula kita harus makan sama-sama karena kita anggap semua disini itu sodara. Setelah semua peserta tiba dan senior baris di paling depan, makanan kita disii dengan berbagai macam makanan yang kurang masuk akal, ada yang di tambah sama mesis, kopi, susu dll di dalam makanan atau minuman kita dan kita makan di kasih waktu 1 lagu, harus kebut banget jadinya.
Satu lagu tidak cukup, maka di kasih 2 lagu buat yang terakhir. Lagu kedua abis akhirnya makanan para peserta habis juga, walaupun makanan nya udah sedemikian rupa tapi kami menikmati nya karena kita sangat lapar. Sebelum tidur di asrama kita dibagi beberapa kelompok, supaya tidurnya teratur dan tidak berantakan. Oh iya, sebelum di bagi kelompok asrama, kita pun juga di bagi kelompok buat jerit malam besok malam. Lalu kita pun tidur.
Hari kedua diawali dengan solat subuh, tapi kita suruh bangun lebih pagi supaya tidak ada yang telat beribadah. Begitu juga yang noni beribadah di pagi hari. Setelah solat subuh lalu kita beranjak kelapangan dan kita mulai dengan senam, serentak kita senam walaupun di omelin sama kakak osisnya tapi banyak sisi lucunya. Lanjut setelah senam kita lari kedepan luar villa, kita lari keatas ketempat wisata cibodasnya, melawati rumah warga, lewatin pasar, pagi-pagi sudah cukup ramai disini. Kita disuruh lari sampe ke ujung sana dengan kondisi jalan cukup menanjak, menguras tenaga banget. Sesampainya di ujung kita harus olahraga melatih fisik kita, dari push-up, sit-up, lompat-lompat dll. Untuk seksi olahraga yaitu seksi 7, tentunya tes fisiknya pun lebih berat udah mirip kaya latihan militer mungkin. Setelah latihan fisiknya, kita disuruh istarahat duduk sejenak dan cari temen sepasang cowok dengan cowok, cewek dengan cewek katanya kita disuruh gosok gigi tapi kita kan enggap bawa perlengkapannya. Ternyata dari turun menurun, budaya ini pun engga pernah ilang dari LDK di sekolah gue ini, gue disuruh gosokin gigi temen gue pake telunjuk gue, begitu juga temen gue ngegosok gigi gue. Sehabis itu kita suruh nyiumin jigognnya masing-masing, sangat sekali ini rasanya..
Lalu kita kembali ke aula, kita sarapan pagi. Sarapan kali ini lebih santai, tidak di batesin. Tapi tetep kita ditambah dengan berbagai makanan yang aneh-aneh tentunya yang busa di makan. Setelah sarapan kita lanjut dikasih materi oleh beberapa narasumber.
Setelah materi selesai sampe sore, akhirnya kita disuruh beres-beres aula, mandi dan semacamnya untuk persiapan materi pada malam hari dan jerit malam.
Jerit malam pun tiba, kita di bagi menurut kelompok yang sudah di tentukan. Karena gue ditunjuk sebagai calon ketua osis, maka gue jadi salah satu pemimpin tersebut. Kita disuruh nyamperin ke beberapa pos tidak boleh salah pos harus mengikuti peraturan, bila salah mengikuti peraturan kita bakal dapet hukuman. Di tiap pos pun beda-beda ujiannya, ada yang tanya ttg sejarah osis di sekolah, fisik, rencana di osis nanti mau jadi apa dsb. Ada salah satu pertanyaan dari ketua MPK yang masih membekas di gue, dia tanya 'Kalau pendapat lu disuatu maasalah gak bisa diterima sama anggota lu, apa yang bakal lu perbuat?' lalu gue jawab 'Gue bakal cari cara supaya mereka mengerti' disini dia langsung muka asem, dan menjawab nya dengan tegas 'Sebagai ketua, enggak ada namanya pemaksaan kepada anggotanya lu harus cari solusi lain dalam menyelesaikan masalah yang lu hadapi, bukan dengan memaksanya' gue merasa terpukul sekali dan gue menyalahkan egoisme gue, gue belom jadi ketua aja udah egois gini apalagi nanti kalo gue bakal kepilih jadi ketua nanti. Akhirnya gue pun merenung sangat dalam waktu itu dan lankjut ke pos lainnya.
Pos laainnya pun seru-seru ada yang iseng suruh nyanyi, joget-joget, olahraga dll. Di acara jerit malam ini kita mengalam rasanya suka cita menjadi satu, sungguh menyenangkan.
Setelah selesai jerit malam, kita langsung menuju api unggun. Menurut gue moment api unggun ini moment diamna kita merenung sangat dalam, merapihkan jati diri dan mau jadi apa kita untuk kedepannya.
Setelah api unggun, rasa persaudaraan kita sesama peserta pun bertambah begitu juga dengan para kakak kelas osisnya. Setelah itu kita melaksanan solat subuh bagi yang muslim, dan yang noni boleh beristirahat.
Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, kitapun bersiap pulang ke Jakarta. Dengan ilmu yang segudang kita dapati, semoga kita bisa menerapkan ilmu yang kita dapat disini.
Waktu kelas 1 gue pernah ikut tapi gue gagal tahap LDK, gue kurang menonjol disana. Tapi gue berharap bisa jadi osis di kesempatan kedua ini.
Lokasi LDK nya itu di Villa Pemuda, Cibodas. Tempatnya di lumayan bagus ada lapangan ada asrama nya 3, dan di dalam proses pembangunan 1 asrama. LDK pun mulai dengan peserta sekitar 100 orang, disini kita disuruh buat name tag isinya nama, kelas, dan jabatan yang di inginkan. Gue pengen jadi seksi 3, yaitu seksi yang ngurus acara MOS, study tour dll. Pertama kita baris rapi di dalam sebuah aula, disani kita di test kedisplinan kita dalam baris berbaris, gue rasa itu wajar dan harus di LDK ini. Tiba-tiba buat yang peserta seniornya disuruh baris paling depan termasuk gue, dan ditanya satu-satu pengen jadi apa? sanggup gak jabatannya kaya gitu? gue pun langsung menjawabnya sanggup tapi ada 1 kakak kelas dateng ke gue, mungkin iseng nanya nya ' kamu sanggup gak kalo jadi ketua?' dia bilang begitu, ini tantangan buat gue dan langsung gue bilang sanggup. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ambil spidol dan menghapus jabatan yang gue pengen sebelumnya. Gue jadi canggung dan gugup 2x lipat, karena gue belom siap apa-apa buat jadi ketua osis kaya gini. Acara hari pertama pun disisi dengan berbagai materi dari beberapa narsumber, belom ada sesi dari kakak osisnya yang bakal menguji kita secara mental. Malam pun tiba dan akhirnya kita merasakan makan malam juga setelah materi yang numpuk. Tapi disini makan pun harus di uji, makan harus bener-bener banyak sayurnya, terutama para seniornya dikasih banyak lalapan sayurnya. Setelah mengambil makanan dari kantin, kita balik ke aula kita harus makan sama-sama karena kita anggap semua disini itu sodara. Setelah semua peserta tiba dan senior baris di paling depan, makanan kita disii dengan berbagai macam makanan yang kurang masuk akal, ada yang di tambah sama mesis, kopi, susu dll di dalam makanan atau minuman kita dan kita makan di kasih waktu 1 lagu, harus kebut banget jadinya.
Satu lagu tidak cukup, maka di kasih 2 lagu buat yang terakhir. Lagu kedua abis akhirnya makanan para peserta habis juga, walaupun makanan nya udah sedemikian rupa tapi kami menikmati nya karena kita sangat lapar. Sebelum tidur di asrama kita dibagi beberapa kelompok, supaya tidurnya teratur dan tidak berantakan. Oh iya, sebelum di bagi kelompok asrama, kita pun juga di bagi kelompok buat jerit malam besok malam. Lalu kita pun tidur.
Hari kedua diawali dengan solat subuh, tapi kita suruh bangun lebih pagi supaya tidak ada yang telat beribadah. Begitu juga yang noni beribadah di pagi hari. Setelah solat subuh lalu kita beranjak kelapangan dan kita mulai dengan senam, serentak kita senam walaupun di omelin sama kakak osisnya tapi banyak sisi lucunya. Lanjut setelah senam kita lari kedepan luar villa, kita lari keatas ketempat wisata cibodasnya, melawati rumah warga, lewatin pasar, pagi-pagi sudah cukup ramai disini. Kita disuruh lari sampe ke ujung sana dengan kondisi jalan cukup menanjak, menguras tenaga banget. Sesampainya di ujung kita harus olahraga melatih fisik kita, dari push-up, sit-up, lompat-lompat dll. Untuk seksi olahraga yaitu seksi 7, tentunya tes fisiknya pun lebih berat udah mirip kaya latihan militer mungkin. Setelah latihan fisiknya, kita disuruh istarahat duduk sejenak dan cari temen sepasang cowok dengan cowok, cewek dengan cewek katanya kita disuruh gosok gigi tapi kita kan enggap bawa perlengkapannya. Ternyata dari turun menurun, budaya ini pun engga pernah ilang dari LDK di sekolah gue ini, gue disuruh gosokin gigi temen gue pake telunjuk gue, begitu juga temen gue ngegosok gigi gue. Sehabis itu kita suruh nyiumin jigognnya masing-masing, sangat sekali ini rasanya..
Lalu kita kembali ke aula, kita sarapan pagi. Sarapan kali ini lebih santai, tidak di batesin. Tapi tetep kita ditambah dengan berbagai makanan yang aneh-aneh tentunya yang busa di makan. Setelah sarapan kita lanjut dikasih materi oleh beberapa narasumber.
Setelah materi selesai sampe sore, akhirnya kita disuruh beres-beres aula, mandi dan semacamnya untuk persiapan materi pada malam hari dan jerit malam.
Jerit malam pun tiba, kita di bagi menurut kelompok yang sudah di tentukan. Karena gue ditunjuk sebagai calon ketua osis, maka gue jadi salah satu pemimpin tersebut. Kita disuruh nyamperin ke beberapa pos tidak boleh salah pos harus mengikuti peraturan, bila salah mengikuti peraturan kita bakal dapet hukuman. Di tiap pos pun beda-beda ujiannya, ada yang tanya ttg sejarah osis di sekolah, fisik, rencana di osis nanti mau jadi apa dsb. Ada salah satu pertanyaan dari ketua MPK yang masih membekas di gue, dia tanya 'Kalau pendapat lu disuatu maasalah gak bisa diterima sama anggota lu, apa yang bakal lu perbuat?' lalu gue jawab 'Gue bakal cari cara supaya mereka mengerti' disini dia langsung muka asem, dan menjawab nya dengan tegas 'Sebagai ketua, enggak ada namanya pemaksaan kepada anggotanya lu harus cari solusi lain dalam menyelesaikan masalah yang lu hadapi, bukan dengan memaksanya' gue merasa terpukul sekali dan gue menyalahkan egoisme gue, gue belom jadi ketua aja udah egois gini apalagi nanti kalo gue bakal kepilih jadi ketua nanti. Akhirnya gue pun merenung sangat dalam waktu itu dan lankjut ke pos lainnya.
Pos laainnya pun seru-seru ada yang iseng suruh nyanyi, joget-joget, olahraga dll. Di acara jerit malam ini kita mengalam rasanya suka cita menjadi satu, sungguh menyenangkan.
Setelah selesai jerit malam, kita langsung menuju api unggun. Menurut gue moment api unggun ini moment diamna kita merenung sangat dalam, merapihkan jati diri dan mau jadi apa kita untuk kedepannya.
Setelah api unggun, rasa persaudaraan kita sesama peserta pun bertambah begitu juga dengan para kakak kelas osisnya. Setelah itu kita melaksanan solat subuh bagi yang muslim, dan yang noni boleh beristirahat.
Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, kitapun bersiap pulang ke Jakarta. Dengan ilmu yang segudang kita dapati, semoga kita bisa menerapkan ilmu yang kita dapat disini.
Bersepeda ke Subang
Ayah gue dinas di lembang jadi dapet rumah dinas di lembang sana. Sedangkan ibu gue jadinya harus bolak balik jakarta-bandung buat jaga ayah sama keluarga gue dirumah. Waktu itu gue lagi liburan kuliah cukup panjang, akhirnya gue berlibur ke lembang sama adek gue. Kita kesana naik mobilnya ayah, jalanan begitu macet karena lagi liburan, apalagi tau sendiri kalo orang jakarta itu kaya gimana.
Sesampe di Lembang, disana itu cuaca sih emang biasa aja tapi hawa nya itu dingin banget. Makanan dan minuman dsini itu lumayan mahal, karena menjaga kehangatan makanan dan minuman tersebut. Disini gue berlibur dsni sekitar 3 hari, gue harus cari cara menghabiskan liburan. Gue yang biasanya abisin waktu sama main internet tapi disini internet susah banget aksesnya. Pertama gue ngabisin liburan bersama keluarga, kita makan malam di dekat rumah sini. Liburan hari pertama pun sukses sama keluarga, seneng rasanya bisa ngumpul bareng-bareng sm keluarga.
Sesampainya dirumah, gue berpikir buat bersepeda pagi-pagi di lembang sini, ini ada sepeda bawa dari rumah yang di jakarta. Ibu juga awalnya mau ikut tapi, sepeda yang satu lagi tiba-tiba rusak. Akihrnya gue berangkat sendiri. Gue niat berangkat seahabis solat subuh, tapi tau sendiri di Lembang kalo pagi itu dinginnya nusuk banget. Tapi gue penasaran, cobain dingin-dingin bersepeda disana tapi gue sendiri belom tau mau rutenya kemana gue coba ngikutin alur aja deh.
Adzan subuh pun tiba, gue melaksanakan solat subuh. Gue udah siap sama semua perlengkapan, sendal, jaket, tentunya dengan sepeda ontel gue. Perjalanan pun di mulai, ibu ngasih tau rutenya itu ke atas ke arah subang. Rute yang bukan biasa, gue bakal naik bukit kesana. Sudah di tengah perjalanan gue merasa kedinginan gue salah kostum gue malah pake baju putih oblong. Tapi perjalanan tetap jalan, gue merasa takjub dengan pemandangan sekitar gue bisa ngeliat tanaman-tanaman yang segar di pagi hari penuh dengan embun, ladang pun sudah di penuhi para petani yang mulai memetik hasilnya yang gue liat sepanjang jalan itu ada ladang stroberi, ladang bawang dll. Dan yang paling wah lagi gue bersepeda di tengah-tengah kabut, gue gak ada lampu buat penerangan gitu, jadi gue mulai jalan perlahan. Stamina pun semakin minipis, gue udah mulai kecapean, gue takut asma gue kambuh lagi. Gue berniat untuk pulang, saking gak kuatnya nge goes sepeda akhirnya gue ngederek sepeda sampe ke daerah yang enggak naik turun. Sungguh melalahkan tapi sangan menyenangkan bisa refreshing dari kesibukan di ibu kota yang sangat padat, sesampe dirumah gue langsung mandi dingin-dingin, dan melanjutkan tidur sampe siang lagi....
Sesampe di Lembang, disana itu cuaca sih emang biasa aja tapi hawa nya itu dingin banget. Makanan dan minuman dsini itu lumayan mahal, karena menjaga kehangatan makanan dan minuman tersebut. Disini gue berlibur dsni sekitar 3 hari, gue harus cari cara menghabiskan liburan. Gue yang biasanya abisin waktu sama main internet tapi disini internet susah banget aksesnya. Pertama gue ngabisin liburan bersama keluarga, kita makan malam di dekat rumah sini. Liburan hari pertama pun sukses sama keluarga, seneng rasanya bisa ngumpul bareng-bareng sm keluarga.
Sesampainya dirumah, gue berpikir buat bersepeda pagi-pagi di lembang sini, ini ada sepeda bawa dari rumah yang di jakarta. Ibu juga awalnya mau ikut tapi, sepeda yang satu lagi tiba-tiba rusak. Akihrnya gue berangkat sendiri. Gue niat berangkat seahabis solat subuh, tapi tau sendiri di Lembang kalo pagi itu dinginnya nusuk banget. Tapi gue penasaran, cobain dingin-dingin bersepeda disana tapi gue sendiri belom tau mau rutenya kemana gue coba ngikutin alur aja deh.
Adzan subuh pun tiba, gue melaksanakan solat subuh. Gue udah siap sama semua perlengkapan, sendal, jaket, tentunya dengan sepeda ontel gue. Perjalanan pun di mulai, ibu ngasih tau rutenya itu ke atas ke arah subang. Rute yang bukan biasa, gue bakal naik bukit kesana. Sudah di tengah perjalanan gue merasa kedinginan gue salah kostum gue malah pake baju putih oblong. Tapi perjalanan tetap jalan, gue merasa takjub dengan pemandangan sekitar gue bisa ngeliat tanaman-tanaman yang segar di pagi hari penuh dengan embun, ladang pun sudah di penuhi para petani yang mulai memetik hasilnya yang gue liat sepanjang jalan itu ada ladang stroberi, ladang bawang dll. Dan yang paling wah lagi gue bersepeda di tengah-tengah kabut, gue gak ada lampu buat penerangan gitu, jadi gue mulai jalan perlahan. Stamina pun semakin minipis, gue udah mulai kecapean, gue takut asma gue kambuh lagi. Gue berniat untuk pulang, saking gak kuatnya nge goes sepeda akhirnya gue ngederek sepeda sampe ke daerah yang enggak naik turun. Sungguh melalahkan tapi sangan menyenangkan bisa refreshing dari kesibukan di ibu kota yang sangat padat, sesampe dirumah gue langsung mandi dingin-dingin, dan melanjutkan tidur sampe siang lagi....
Pengalaman Mistis di Rumah
Ini beberapa pengalaman gaib yang di alami sama seisi rumah :
1. Waktu itu gue masih 5 SD, kamar gue masih yg lama dibawah. Gue waktu itu lagi belajar di kamar sambil dengerin radio, asik deh pokoknya. Kebetulan kamar gue itu bersebelahan sama gudang, nah jendera gue itu berhubung sama gudang itu. Lalu gue lagi asik belajar, tiba terdengar suara kecil 'Hihihii' gue tersentak kaget suara apa itu. Gue pikir dari radio, tapi radio lagi nyetel lagu, masa lagunya ada suara kaya gitu? gue langsung liat sekitar kamar gue atas bawah kiri kanan belakang, enggak ada apa-apa atau binatang. Gue langsung keluar kamar minum air putih biar tenang. Agak takut lagi masuk kamar, tapi berhubung PR banyak jadi apa boleh buat.
2. Ini terjadi waktu gue SMP, sebenarnya bukan gue yang ngalami. Tapi gue denger cerita ini waktu SMP, jadi waktu itu gue berangkat sekolah seperti biasanya dan pulang seperti biasanya, lalu ada sepupu gue yang tinggal satu rumah gue waktu itu masih kecil, dia katanya ngeliat gue pake celana ijo sama baju biru, padahal gue waktu itu pake baju putih biru stel anak SMP. Dan katanya juga sepupu gue ini ngeliat kakek-kakek dirumah gue sehabis dia ngeliat 'bayangan' gue itu pergi sekolah. Padahal dirumah udah nenek, almarhum kakek udah enggak ada. Seisi rumah langsung heboh, sepupu gue masih kecil ini enggak tau apa-apa hanya melihat saja dia gak merasa takut sama sekali.
3. Kejadian mistis terjadi lagi waktu gue lagi pas nyuci piring. Sewaktu itu gue lagi nyuci piring, kebetulan gue lagi gak pake kacamata. Gue merasa ada yang aneh di samping kanan gue, tepat ke arah lorong gudang gitu. Ternyata ada sesosok putih di ujung jendela sana, serentak gue langsung diam dan merinding. Gue langsung coba beranikan diri, buat jalan ke ruang makan buat ambil kacamata. Setelah gue aambil kacamata gue langsung liat kesana, dan ternyata sudah tidak ada.
1. Waktu itu gue masih 5 SD, kamar gue masih yg lama dibawah. Gue waktu itu lagi belajar di kamar sambil dengerin radio, asik deh pokoknya. Kebetulan kamar gue itu bersebelahan sama gudang, nah jendera gue itu berhubung sama gudang itu. Lalu gue lagi asik belajar, tiba terdengar suara kecil 'Hihihii' gue tersentak kaget suara apa itu. Gue pikir dari radio, tapi radio lagi nyetel lagu, masa lagunya ada suara kaya gitu? gue langsung liat sekitar kamar gue atas bawah kiri kanan belakang, enggak ada apa-apa atau binatang. Gue langsung keluar kamar minum air putih biar tenang. Agak takut lagi masuk kamar, tapi berhubung PR banyak jadi apa boleh buat.
2. Ini terjadi waktu gue SMP, sebenarnya bukan gue yang ngalami. Tapi gue denger cerita ini waktu SMP, jadi waktu itu gue berangkat sekolah seperti biasanya dan pulang seperti biasanya, lalu ada sepupu gue yang tinggal satu rumah gue waktu itu masih kecil, dia katanya ngeliat gue pake celana ijo sama baju biru, padahal gue waktu itu pake baju putih biru stel anak SMP. Dan katanya juga sepupu gue ini ngeliat kakek-kakek dirumah gue sehabis dia ngeliat 'bayangan' gue itu pergi sekolah. Padahal dirumah udah nenek, almarhum kakek udah enggak ada. Seisi rumah langsung heboh, sepupu gue masih kecil ini enggak tau apa-apa hanya melihat saja dia gak merasa takut sama sekali.
3. Kejadian mistis terjadi lagi waktu gue lagi pas nyuci piring. Sewaktu itu gue lagi nyuci piring, kebetulan gue lagi gak pake kacamata. Gue merasa ada yang aneh di samping kanan gue, tepat ke arah lorong gudang gitu. Ternyata ada sesosok putih di ujung jendela sana, serentak gue langsung diam dan merinding. Gue langsung coba beranikan diri, buat jalan ke ruang makan buat ambil kacamata. Setelah gue aambil kacamata gue langsung liat kesana, dan ternyata sudah tidak ada.
Minggu, 13 Januari 2013
Pertama kali menjadi Mahasiswa II
Universitas Gunadarma, Depok sekarang menjadi sekolah baru gue. Tapi disini perjalanan jadi kendala, rumah gue di Tomang, Grogol sedangkan kampus gue di Depok. Kalau gue mau berangkat dari Jakarta, gue tau cuma bisa naik motor atau naik kereta, disini jadi pertimbangang yang sangat berat. Gue kalo mau naik kereta, bisa naik dari stasion tanah abang tapi gue harus nitip motor disana kalo mau naik angkot kesana terlalu banyak makan waktu, kereta pun tergantung jadwalnya harus disesuain sama jadwal kuliah gue. Kalau naik motor, kira-kira gue memakan waktu perjalan satu jam dari grogol sampe depok itu pun kalo engga kena macet, gak bisa di bayangin kalo gue sampe kena macet dan pastinya itu capek nya cetar membahana.
Sebenarnya gue berharap bisa ngekost disana biar gak terlalu capek sama makan biaya transport, di Depok harga kost pun terbilang murah dibanding kostan di Jakarta. Tapi ada kendala di keluarga gue, gue bersyukur ayah bisa naik jabatan tapi dengan pindah jabatannya tersebut dia harus dinas atau kerja tetap di Lembang, Bandung sana tentunya kalo ayah pindah kesana, ibu juga harus ikut kesana nemenin ayah. Adek gue ditawarin pindah sekolah kesana, tapi dia gak mau dan susah juga cari sekolah disana, dirumah emang itu tinggal ada 2 keluarga dalam 1 tanah keluarga adeknya ibu gue. Jadi gue,adek,nenek bisa ditinggal sama ayah dan ibu di Lembang, keputusan pun di ambil akhirnya gue harus bolak balik Jakarta-Depok naik motor.
Rute perjalanan kira-kira seperti ini slipi-semanggi-pancoran-kalibata-pasar minggu-lenteng agung-depok, rute yang bukan main buat gue yang biasa hanya rumah-slipi sewaktu sekolah SMA dulu. Tapi demi sebuah title S1 harus gue lewatin semua jalan tersebut.
Jadwal kuliah gue pertama kali akhirnya keluar, terkejut bukan main gue harus kuliah selama 5 hari senin sampe jum'at dan itu semua masuk pagi jam 7.30. Gue harus berangkat kira-kira dari jam 6 paling telat jam 6.30, awal yang berat buat mahasiswa awam kaya gue. Tapi waktu itu untuk menjaga-jaga daripada telat gue berangkat jam 5.30, masih pagi buta gue udah di jalan dan jalan tanpa macet sedikit pun alhasil gue tiba disana jam 6.30an kampus masih sepi banget, satpam mungkin sudah terbiasa denga maba yang selalu dateng pagi-pagi seperti ini, tanpa menyapa sedikit pun si satpam langsung menyuruh gue parkir motor di tempat parkiran belakang sana. Parikirannya bertingkat jadi lumayan tidak memakan tempat ke samping, jadinya keatas.
Kampus gue ini di depok ada 4 tempat, yaitu kampus D,E,G,H. Tempat kampus gue sekarang yaitu di E Kelapa Dua bersebelahan sama yang di depok. Kesan gue pertama kali disini itu, tempat nya hijau lumayan hijau kaya di UI tetangganya. Tanaman tertata rapi, sungguh segar melihatnya pagi-pagi seperti ini, penyesalan gue datang kepagian kaya gini jadi terobati oleh suasana hijau yang dimiliki sama sekolah baru gue.
Sebenarnya gue berharap bisa ngekost disana biar gak terlalu capek sama makan biaya transport, di Depok harga kost pun terbilang murah dibanding kostan di Jakarta. Tapi ada kendala di keluarga gue, gue bersyukur ayah bisa naik jabatan tapi dengan pindah jabatannya tersebut dia harus dinas atau kerja tetap di Lembang, Bandung sana tentunya kalo ayah pindah kesana, ibu juga harus ikut kesana nemenin ayah. Adek gue ditawarin pindah sekolah kesana, tapi dia gak mau dan susah juga cari sekolah disana, dirumah emang itu tinggal ada 2 keluarga dalam 1 tanah keluarga adeknya ibu gue. Jadi gue,adek,nenek bisa ditinggal sama ayah dan ibu di Lembang, keputusan pun di ambil akhirnya gue harus bolak balik Jakarta-Depok naik motor.
Rute perjalanan kira-kira seperti ini slipi-semanggi-pancoran-kalibata-pasar minggu-lenteng agung-depok, rute yang bukan main buat gue yang biasa hanya rumah-slipi sewaktu sekolah SMA dulu. Tapi demi sebuah title S1 harus gue lewatin semua jalan tersebut.
Jadwal kuliah gue pertama kali akhirnya keluar, terkejut bukan main gue harus kuliah selama 5 hari senin sampe jum'at dan itu semua masuk pagi jam 7.30. Gue harus berangkat kira-kira dari jam 6 paling telat jam 6.30, awal yang berat buat mahasiswa awam kaya gue. Tapi waktu itu untuk menjaga-jaga daripada telat gue berangkat jam 5.30, masih pagi buta gue udah di jalan dan jalan tanpa macet sedikit pun alhasil gue tiba disana jam 6.30an kampus masih sepi banget, satpam mungkin sudah terbiasa denga maba yang selalu dateng pagi-pagi seperti ini, tanpa menyapa sedikit pun si satpam langsung menyuruh gue parkir motor di tempat parkiran belakang sana. Parikirannya bertingkat jadi lumayan tidak memakan tempat ke samping, jadinya keatas.
Kampus gue ini di depok ada 4 tempat, yaitu kampus D,E,G,H. Tempat kampus gue sekarang yaitu di E Kelapa Dua bersebelahan sama yang di depok. Kesan gue pertama kali disini itu, tempat nya hijau lumayan hijau kaya di UI tetangganya. Tanaman tertata rapi, sungguh segar melihatnya pagi-pagi seperti ini, penyesalan gue datang kepagian kaya gini jadi terobati oleh suasana hijau yang dimiliki sama sekolah baru gue.
Pertama kali menjadi Mahasiswa
Nama gue Irvan Alvisa Himawan, gue alumni dari SMPN 89 Jakarta dan SMAN 16 Jakarta. Penuh dengan suka duka buat masuk kesekolah yg terkenal itu, tapi apapun hasilnya harus gue bisa terima dan gue jalani dengan sungguh-sungguh. Tiga tahun sudah gue di SMAN 16, dimana pasti semua orang yang pernah SMA mengalami strees yang sangat hebat, yaitu UN. Persiapan TO untuk UN beberapa ada yang buruk ada yang bagus, TO pun bukan di sekolah saja tapi di tempat bimbingan belajar juga mengadakan TO.
Akhirnya hari yang di nanti telah tiba. Ujian Nasional terselenggara selama 6 hari, alhamdullilah gue bisa mengerjakannya tanpa bocoran, emang terlihat agak sombong kalau kita ngejain ujian yang kaya gini tanpa menggunakan bocoran enggak ngikutin yang lain tapi kenapa se enggaknya untuk yakin sama diri sendiri buat ngerjain ini, memang otak manusia itu berbeda-beda tapi tekad untuk lulus itu pasti sama dengan tekad yang besar kita bisa bersemangat untuk belajar dan lulus tanpa bocoran, sebenarnya anak muda Indonesia bisa tapi mereka tidak percaya pada kemampuannya sendiri.
Alhamdulillah gue udah lulus dari SMAN 16 dan resmi sebagai alumni. Ujian belom selesai, masih ada SMPTN ujian bersama buat masuk ke universitas negri di seluruh Indonesia. Jujur gue disini kurang tekun sama ujian ini, padahal sudah dikasih materi dimana-mana. Gue memilih beberapa universitas ternama yaitu Universitas Indonesia, Universita Padjajaran, Universitas Islam Indonesia dan gue berharap bisa masuk jurusan sama kaya ibu, Hubungan Internasional. Jurusan HI ini bisa gue bilang jurusan 'dokter'-nya IPS, sulit buat masuk jurusan ini.
Penyesalan pun datang menghampiri gue, gue gagal masuk unversitas yang gue pengen. Gue juga coba ujian mandiri dari unversitas tersebut, tapi gagal juga. Akhirnya gue memutuskan mencoba cari swasta yang bagus dan murah tapi berkualitas. TING ! bunyi ide yang seperti di kartun-kartun itu datang ke gue, gue akhirnya memilih Universitas Gunadarma di Depok jurusan Sistem Informasi. Waktu itu kampus gue ini masuk 5 universitas terbaik di Indonesia, sungguh bangga bisa masuk kampus terbaik. Ujiannya pun enggak kalah susah, gue harus mengerjakan soal sebanyak-banyaknya dari 1000 soal itupun matapelajarannya bisa dari MTK, B. Inggris, IPS, IPA campur-campur. Gue disini pengen ngambil jurusan Sistem Informasi, di Gundar ini kalo buat ngambil jurusan SI harus dari IPA tapi ada pengecualian buat jurusan IPS, kalo ujian bisa dapet A maka dia bisa masuk jurusan tersebut. Dengan usaha keras akhirnya gue bisa masuk jurusan ini, alhamdulillah.
Langkah awal menjadi mahasiswa pun sudah terlewati ! tapi masih banyak ujian di depan sana.
Akhirnya hari yang di nanti telah tiba. Ujian Nasional terselenggara selama 6 hari, alhamdullilah gue bisa mengerjakannya tanpa bocoran, emang terlihat agak sombong kalau kita ngejain ujian yang kaya gini tanpa menggunakan bocoran enggak ngikutin yang lain tapi kenapa se enggaknya untuk yakin sama diri sendiri buat ngerjain ini, memang otak manusia itu berbeda-beda tapi tekad untuk lulus itu pasti sama dengan tekad yang besar kita bisa bersemangat untuk belajar dan lulus tanpa bocoran, sebenarnya anak muda Indonesia bisa tapi mereka tidak percaya pada kemampuannya sendiri.
Alhamdulillah gue udah lulus dari SMAN 16 dan resmi sebagai alumni. Ujian belom selesai, masih ada SMPTN ujian bersama buat masuk ke universitas negri di seluruh Indonesia. Jujur gue disini kurang tekun sama ujian ini, padahal sudah dikasih materi dimana-mana. Gue memilih beberapa universitas ternama yaitu Universitas Indonesia, Universita Padjajaran, Universitas Islam Indonesia dan gue berharap bisa masuk jurusan sama kaya ibu, Hubungan Internasional. Jurusan HI ini bisa gue bilang jurusan 'dokter'-nya IPS, sulit buat masuk jurusan ini.
Penyesalan pun datang menghampiri gue, gue gagal masuk unversitas yang gue pengen. Gue juga coba ujian mandiri dari unversitas tersebut, tapi gagal juga. Akhirnya gue memutuskan mencoba cari swasta yang bagus dan murah tapi berkualitas. TING ! bunyi ide yang seperti di kartun-kartun itu datang ke gue, gue akhirnya memilih Universitas Gunadarma di Depok jurusan Sistem Informasi. Waktu itu kampus gue ini masuk 5 universitas terbaik di Indonesia, sungguh bangga bisa masuk kampus terbaik. Ujiannya pun enggak kalah susah, gue harus mengerjakan soal sebanyak-banyaknya dari 1000 soal itupun matapelajarannya bisa dari MTK, B. Inggris, IPS, IPA campur-campur. Gue disini pengen ngambil jurusan Sistem Informasi, di Gundar ini kalo buat ngambil jurusan SI harus dari IPA tapi ada pengecualian buat jurusan IPS, kalo ujian bisa dapet A maka dia bisa masuk jurusan tersebut. Dengan usaha keras akhirnya gue bisa masuk jurusan ini, alhamdulillah.
Langkah awal menjadi mahasiswa pun sudah terlewati ! tapi masih banyak ujian di depan sana.
Pengalaman nonton concert
Pada waktu itu gue mau nonton concert Secondhand Serenade di Bandung, tapi bentrok sama jadwal kuliah dan duit gue yang terbatas. Tapi gue mulai nabung relain kagak makan nasi buat nonton concert tersebut. gue stuck di biaya transportynya sih jadi kaya dua kali lipat gue biayanya pulang pergi bandung-jakarta bisa 100an maka geleng geleng lah kepala gue.
Hari H sudah tiba gue mulai jalan hari kamis, concertnya hari jumat jadi gue nginep dulu di kostan tmn gue di bandung sana. Temen gue ini salah satu sahabat baik gue waktu kecil, jadi udah kaya sodara sini udah akrab dan di perkirakan nanti gue nonton juga bareng sm temenya dia, jadi ada 3 orang yang bakal nonton concert. Gue naik salah satu travel yang ada di jakarta sini, perjalanan seketir 2 jam waktu itu, jalan hujan jadi sedikit macet. Setiba gue disana gue langsung di jemput sama temen gue ini naik motor menuju kostannya dia, gue agak gaptek sama Bandung waktu itu, biasanya gue kalo jalan ke Bandung itu sama keluarga gue, jadi gue bingung ini dimana ? gue nanya macem2 sama temen gue ini sampe dia gondok mungkin, lalu ada pertanyaan yang sedikit aneh buat dia, gue tanya "Besok concertnya malem-malem kan? mau dateng jam berapa kita?", dia pun mulai nyengir kuda lalu dia jawab "Besok gak ada concert, kita nonton hari sabtu nanti hahahah", cengok lah gue ternyata concertnya itu hari sabtu ! bukan hari jumat, gue juga agak aneh waktu berangkat, kenapa enggak malam minggu aja ngadainnya malah malam sabtu. Walhasil gue di ketawain sama dia, untuknya dia mau menerima gue nginep 1 hari lagi buat nunggu konsernya. Setiba disana banyak temen-temen kampusnya dia yang lagi main di kostnya, akhirnya gue di kenalain sama anak-anak bandung tersebut, alhamdulillah jadi banyak kenalana gue. Gue merasakan gimana rasanya kost di bandung, lumayan murah makan disini dan porsinya juga banyak gak kaya di kota gue itu banyak syaratnya yang ada.
Di hari sabtunya gue berangkat ketempat konsernya, bisa dibilang ini pertama kali nya gue nonton konser di luar konser pensi-pensi sekolah yang gue datengin. Gue ngeliat si John penyanyi secondhand nya, takjub gue ngeliatnya artir internasional gue liat secara dekat tanpa ada sebongkah kaca di depan mata gue. Dan itu pun belom mulai concert, baru meet and greet. Antrian pun mulai panjang ngantri, anak muda dari penjuru bandung dateng ke tempat itu. Mungkin gue satu satunya orang jakarta yang dateng kesitu, padahal ada konsernya juga di jakarta besoknya tapi gue ngambil di bandung, gak ada temen nontonnya di jakarta.
Gue pun akhirnya masuk setelah melalui antrian yang panjang, ini konsernya indoor, jadi ber ac gak kepanasan lah lumayan. Konser pun dimulai !! gue menikmati nya, kita mulai mengiringin si penyanyi, banyak arrasement di konser ini jadi gak monoton bervariasi, semakin lama semakin ramai ! tidak ada cape nya ! tapi ada satu yang kurang disini, gue jadi kurang bisa menikmati konsernya gara2 hal ini, banyak orang yang mulai mengeluarkan gadgetnya dan mulai merekam ! kalo pake kamera foto mending yaa cuma foto sekali2, nah ini 1 lagu dia rekam semua ! itupun konser banyak lagunya, dan lagi kalo rekamnya pake tablet ! atau semacamnya, yg gede banget yg seharunya gue bisa ngeliat konsernya gue terhalangin si tab ini, pengen gue kantongin itu tab, tapi gak muat gede banget alhasil gue coba mulai nonton lewat tab itu terkadang. Herannya sih itu orang gak capek apa ya megang tab terus? lautan gadget pun dimulai ! tidak ada yang lompat, teriak2, melambaikan tangan, semua hanya memegang gadget nya masing2, agak kurang menikmati kalo kita begini, lautan gadget.
Hari H sudah tiba gue mulai jalan hari kamis, concertnya hari jumat jadi gue nginep dulu di kostan tmn gue di bandung sana. Temen gue ini salah satu sahabat baik gue waktu kecil, jadi udah kaya sodara sini udah akrab dan di perkirakan nanti gue nonton juga bareng sm temenya dia, jadi ada 3 orang yang bakal nonton concert. Gue naik salah satu travel yang ada di jakarta sini, perjalanan seketir 2 jam waktu itu, jalan hujan jadi sedikit macet. Setiba gue disana gue langsung di jemput sama temen gue ini naik motor menuju kostannya dia, gue agak gaptek sama Bandung waktu itu, biasanya gue kalo jalan ke Bandung itu sama keluarga gue, jadi gue bingung ini dimana ? gue nanya macem2 sama temen gue ini sampe dia gondok mungkin, lalu ada pertanyaan yang sedikit aneh buat dia, gue tanya "Besok concertnya malem-malem kan? mau dateng jam berapa kita?", dia pun mulai nyengir kuda lalu dia jawab "Besok gak ada concert, kita nonton hari sabtu nanti hahahah", cengok lah gue ternyata concertnya itu hari sabtu ! bukan hari jumat, gue juga agak aneh waktu berangkat, kenapa enggak malam minggu aja ngadainnya malah malam sabtu. Walhasil gue di ketawain sama dia, untuknya dia mau menerima gue nginep 1 hari lagi buat nunggu konsernya. Setiba disana banyak temen-temen kampusnya dia yang lagi main di kostnya, akhirnya gue di kenalain sama anak-anak bandung tersebut, alhamdulillah jadi banyak kenalana gue. Gue merasakan gimana rasanya kost di bandung, lumayan murah makan disini dan porsinya juga banyak gak kaya di kota gue itu banyak syaratnya yang ada.
Di hari sabtunya gue berangkat ketempat konsernya, bisa dibilang ini pertama kali nya gue nonton konser di luar konser pensi-pensi sekolah yang gue datengin. Gue ngeliat si John penyanyi secondhand nya, takjub gue ngeliatnya artir internasional gue liat secara dekat tanpa ada sebongkah kaca di depan mata gue. Dan itu pun belom mulai concert, baru meet and greet. Antrian pun mulai panjang ngantri, anak muda dari penjuru bandung dateng ke tempat itu. Mungkin gue satu satunya orang jakarta yang dateng kesitu, padahal ada konsernya juga di jakarta besoknya tapi gue ngambil di bandung, gak ada temen nontonnya di jakarta.
Gue pun akhirnya masuk setelah melalui antrian yang panjang, ini konsernya indoor, jadi ber ac gak kepanasan lah lumayan. Konser pun dimulai !! gue menikmati nya, kita mulai mengiringin si penyanyi, banyak arrasement di konser ini jadi gak monoton bervariasi, semakin lama semakin ramai ! tidak ada cape nya ! tapi ada satu yang kurang disini, gue jadi kurang bisa menikmati konsernya gara2 hal ini, banyak orang yang mulai mengeluarkan gadgetnya dan mulai merekam ! kalo pake kamera foto mending yaa cuma foto sekali2, nah ini 1 lagu dia rekam semua ! itupun konser banyak lagunya, dan lagi kalo rekamnya pake tablet ! atau semacamnya, yg gede banget yg seharunya gue bisa ngeliat konsernya gue terhalangin si tab ini, pengen gue kantongin itu tab, tapi gak muat gede banget alhasil gue coba mulai nonton lewat tab itu terkadang. Herannya sih itu orang gak capek apa ya megang tab terus? lautan gadget pun dimulai ! tidak ada yang lompat, teriak2, melambaikan tangan, semua hanya memegang gadget nya masing2, agak kurang menikmati kalo kita begini, lautan gadget.
Bersepeda
Gue suka banget sama bersepeda, di lain go green juga menyehatkan tubuh. Sehat tanpa menciptakan polusi, gue mulai belajar bersepeda itu se inget gue waktu gue masih kelas 2 SD belajar nya pake roda tiga dulu. Jujur aja walaupun pake roda tiga tetep aja bagi gue itu susah entah kenapa..
Tapi akhirnya setelah menguasai si roda tiga, gue langsung tancap belajara yang roda dua. Penuh dengan suka cita gue belajar ini, luka dimana, nabrak orang dimana-dimana, kesel kali ya di tabrak sama anak kecil yang baru belajar. Tepatnya pada kelas 3 SD alhamdulillah gue udah bisa bersepeda, gue mulai ke sekolah dengan sepeda, gak jalan kaki atau di anterin lagi. Rasanya lumayan capek juga kalo pagi-pagi ke sekolah naik sepeda, di kelas rasanya gerah apalagi kalo kita telat bangunnya dan harus tancap sekuat-kuatnya naik sepeda ke sekolah. Tanpa menyerah akhirnya gue terus bersepeda ke sekolah, kadang-kadang di anterin sih. Tapi ada 1 saat gue sedih dan gak mau naik sepeda. Sepeda gue di malingin di rumah !! itu rasanya kesel banget apalagi kalo itu sepeda kesayangan kita, abis itu dibeliin lagi sepeda, tapi 1 hari kemudian, di malingin lagi !!!! astaga ini maling gak tau diri banget deh, akhirnya ruamh gue di ganti pagernya lebih tinggi jadi mensiasatkan maling nya gak bisa lewat. Akhirnya setelah itu sudah berkurang kemalingan di rumah gue, tapi si maling gak nyerah sepeda tetangga gue di maling udah gak abis pikir lagi deh sama ini. Akhirnya kita gak beli sepeda lagi, dan tertinggal sepeda gue doang sendiri. Bersepeda tetap lanjut, dan gue menyayangi sepeda gue.
Tapi akhirnya setelah menguasai si roda tiga, gue langsung tancap belajara yang roda dua. Penuh dengan suka cita gue belajar ini, luka dimana, nabrak orang dimana-dimana, kesel kali ya di tabrak sama anak kecil yang baru belajar. Tepatnya pada kelas 3 SD alhamdulillah gue udah bisa bersepeda, gue mulai ke sekolah dengan sepeda, gak jalan kaki atau di anterin lagi. Rasanya lumayan capek juga kalo pagi-pagi ke sekolah naik sepeda, di kelas rasanya gerah apalagi kalo kita telat bangunnya dan harus tancap sekuat-kuatnya naik sepeda ke sekolah. Tanpa menyerah akhirnya gue terus bersepeda ke sekolah, kadang-kadang di anterin sih. Tapi ada 1 saat gue sedih dan gak mau naik sepeda. Sepeda gue di malingin di rumah !! itu rasanya kesel banget apalagi kalo itu sepeda kesayangan kita, abis itu dibeliin lagi sepeda, tapi 1 hari kemudian, di malingin lagi !!!! astaga ini maling gak tau diri banget deh, akhirnya ruamh gue di ganti pagernya lebih tinggi jadi mensiasatkan maling nya gak bisa lewat. Akhirnya setelah itu sudah berkurang kemalingan di rumah gue, tapi si maling gak nyerah sepeda tetangga gue di maling udah gak abis pikir lagi deh sama ini. Akhirnya kita gak beli sepeda lagi, dan tertinggal sepeda gue doang sendiri. Bersepeda tetap lanjut, dan gue menyayangi sepeda gue.
Kim Taeyeon
Kim Taeyeon (Leader Girls Generation) adalah salah satu idola gue yang sangat inspiratif buat gue. Dia lahir pada tanggal 9 maret 1989 di Jeonju, North Jeolla, South Korea. Dia banyak memenangkan award bagi grub nya atau buat dirinya sendiri. Penuh dengan usaha buat mencapai kesuksesannya yang sekarang, yang pernah gue baca orang tuanya itu punya Toko kacamata dan kedua orang tuanya juga seorang penyanyi mungkin bakat kedua orang tuanya turun ke 1 orang anak ini dan menjadi hasil yang sangat luar biasa. Dia memulai latihan di SM TOWN pada tahun 2004 dia di temukan pada saat memenangkan Best Singer 1st Place & Grand Award pada acara SM Entertaiment's Annual Best Contest 2004 dan dia mulai latihan disana berlatih menari dan nyanyi padahal dia pernah bercita-cita ingin jadi guru matetika. Tapi takdir berkata lain akhirnya dia sukses menjadi seorang penyanyi.
Ini beberapa foto Kim Taeyeon :
Gue menikmati hobi gue menjadi fans nya dia, semoga kerja keras nya dia hingga sukses seperti sekarang dapat gue contoh di kehidupan gue. Amin
Ini beberapa foto Kim Taeyeon :
Gue menikmati hobi gue menjadi fans nya dia, semoga kerja keras nya dia hingga sukses seperti sekarang dapat gue contoh di kehidupan gue. Amin
Sabtu, 12 Januari 2013
Satnight with my Mother
Hari sabtu itu identik dengan namanya malam mingguan dengan pacar, entah darimana asal usulnya tapi semua orang ingin merasakan malam mingguan dengan orang yang dia sayang. Sore ini gue berniat mau pergi ke rumah pacar gue, awalnya karena dompet gue ketinggalan disana tapi yaudah sekalian gue main aja disana. Dan diwaktu yang tepat ibu gue minta dianterin ke Taman Anggrek, dia mau ketemu sama temen lamanya yang di Irian dulu. Oke sehabis mandi dan ashar gue sama ibu gue berangkat dengan motor matic vario yang kecil, tapi cuaca mulai mendung dan rintik-rintik hujan. Dengan tekad baja berlapis jaket tebel kita pun trobos saja menuju mall itu, alhasil gue sama ibu basah kuyup, gue kasihan liat ibu basah-basahan masuk ke mall kaya gitu tapi dia enjoy aja. Gue mulai labil di depan mall itu, gue harus kemana ini. Masa gue basah kuyup gini main kerumah pacar, malu-maluin aja gue, tapi gue pengen ngambil dompet gue, galau menyerang kembali. Hujan makin keras, gue pun semakin keras bepikir, gue harus gimana? tapi hujan udah kasih jawabannya, semakin deras, semakin basah kuyup pula baju ini, gue memutuskan untuk pulang. Tapi tiba-tiba dijalan, hujannya berenti dan itu pas di jalan antara kerumah gue dan kerumah cewek gue, gue jalan pelan-pelan, semakin pelan, dan dapat lah jawabannya gue pergi kerumah cewek gue, pasang lampu sen kiri dan langsung tancap gas tanpa gonta ganti gigi.
Cetar !! bunyi petir dilangit dan turunlah ujan dan basah kuyup lagi. Sesampenya di rumah cewek gue, dia cemberut ngeliat gue basah gini tapi di ketawain juga akhirnya. Walaupun begitu, dia tetap menunjukkan rasa kasih sayangnya sama gue, dia ngerawat gue dirumahnya, walaupun gue harus pake celana bokapnya karena celana gue basah. Dan bokapnya ngeliat gue pake celana dia, gue enggak tau om sadar apa engga. Di tengah-tengah obral gue sama cewek gue, ibu bbm minta temenin disana katanya temennya enggak bisa di hubungin akhirnya gue diajak kesana bareng sama cewek gue juga. Tapi cewek gue enggak bisa, dia harus bantu bokapnya yang mau pergi ke Medan, sedih lah gue. Dengan modal baju pinjaman dari atas sampe sendal punya cewek gue, gue berangkat kesana. Setiba disana gue langsung ke gramedia, kerena gue sama ibu janjian disana. Akhirnya gue ketemu ibu didepan pintu gramed, tapi awalnya ibu gak kenal kalo itu gue, karena gue pake celana pendek, dan ibu tau kalo gue tuh jarang banget pergi pake celana pendek tapi akhirnya gue jelasin dapet darimana ini semua dan akhirnya dia yakin itu gue. Agak konyol kalo anak enggak dianggep cuma gara-gara beda baju. Sedih.
Langsung jalan menuju Bakmi GM, kami berdua lapar, sangat lah lapar, terutama gue yang udah kaya pembalap motor GP basah-basahan. Disana ibu cerita, kayaknya teman si ibu ini hape nya mati, padahal dia udah tiba duluan dibanding ibu di Taman Anggrek, tapi mereka engga jadi ketemu gara-gara komunikasi enggak lancar. Padahal temennya itu pejabat di Irian sana, gue berharap bisa ditraktir enak, gak taunya enggak bisa ketemu.
Layaknya dua sejoli, gue sama ibu makan berdua di meja kecil restaurant, ibu pertama kali mesen dia mau Bakmi special pangsit rebus, lalu gue lihat menu tadi sih gue udah makan nasi tomyam dirumah, tapi gue pengen nasi goreng disini enak soalnya menurut gue tapi masa nasi lagi. Akhirnya gue mau milih sama kaya ibu, gue suka pangsit rebut, tapi kata ibu jangan, terus gue tanya "kenapa emang bu?" lalu dia jawab "Kamu pesen bakmi sepcial bakso aja, kamu pengen pangsit rebus kan? kita joinan aja" tawaran yang sangat menggoda dan gue pun meng-iya kan ide tersebut. Dan minumnya kita selalu sama yaitu Teh Tawar Hangat, minuman rakyat yang murah dan sehat dan tentunya enak. Sambil menunggu ibu bercerita tentang temannya ini, awalnya mereka bisa janjian disini itu karena di facebook, mereka bisa bertemu berkomunikasi lagi, ibu ngucapin selamat ulang tahun ke temennya lalu ngobrol-ngobrol dan kebetulan temennya ini lagi di Jakarta maka janjian lah mereka untuk reunian. Kata ibu dulu, waktu dia masih di bangku SMA, waktu itu ada 1 orang yang ngadain party happy birthday di bulan oktober, karena jaman dulu itu harta tidak terlalu banyak makan jadi lah Happy Party Togther di bulan oktober dan ternyata bukan dua orang itu saja yang bertambah umur, tapi banyak temennya juga yang ulang tahun, semakin ramai acara tersebut jadinya. Akhirnya mereka terkadang melakukan itu lagi, dan menjadi sahabat sampai sekarang. Masih banyak lagi ibu cerita waktu itu, wawasan gue pun bertambah luas seiring dengan mangkok bakmi yang udah luas karena udah abis gue makan mie nya.
Perjalanan aku sama ibu tidak terhenti di restaurant saja, di Matahari ada diskon besar-besaran, mungkin mau ngabisin stock tahun lalu. Semangat lah ibu bila ada diskon tertera besar-besaran, dan kebetulan ibu menang arisan katanya, dua kali lipat lah kekuatan ibu. Ibu katanya pengen sepatu, akhirnya kita menuju tempat sepatu-sepatu yang banyak di pajang, tentunya dengan diskon yang di pajang juga. Banyak model-model sepatu yang bagus dengan harga yang murah meriah, mondar-mandir sana sini, coba sana-sini, obrak sana obrak sini. Ting ! akhirnya ketemu sepatu yang cocok buat ibu, ibu gak suka sama sepatu yg hak terlalu tinggi, dan gak mau yang depannya terbuka. Akhirnya dapat sepatu warna putih keabu-abuan, ibu kembali berjiwa muda. Langsung bilang sama petugasnya mau ngambil yang ini, oh iya ibu pernah cerita dia dulu pernah beli sepatu dengan harga yang murah banget, dia ada triknya waktu itu di tempat tersebut ada diskon beli 2 dapet 1 gratis dengan merek yang sama, sewaktu dikasir ibu liat-liat sepatu yang di beli sama customer dan ketemu akhirnya ada yang mereknya sama kaya yang ibu beli, ibu lalu mengajak 2 orang tersebut buat gabung pembeliannya, jadi mereka patungan bayar 2 lalu dapat 1 sepatu gratis, mungkin harga yang biasanya 250ribu akhirnya bisa jadi 150ribu. Lanjut ke sepatu ibu, ternyata sepatu yang didiskon itu murah banget, akhirnya ibu mulai berniat mencari sepatu lagi. Buat serepnya mungkin. Obrak-abrik sana sini dan akhirnya tidak begitu lama dapet sepatu yang dia inginin juga dan bayar lah sepatu tersebut. Gue enggak mau kalah sama ibu, mumpung ibu dapet duit arisan jadi gue juga pengen belanja, akhirnya gue minta dibeliin celana jeans. Di tempat pakain cowok kita melakukan hal yang sama terlebih dahulu, melihat mana yang tertera diskon gede. Akhirnya ketemu tempatnya, dan plus nya lagi itu udah diskon dapet lagi potongan 50ribu kalo dapat bonusnya dari pembelajaan sebelumnya, dan benar sekali ibu dapet 50ribunya ! makin murah deh celana tersebut, akhirnya dengan harga yang murah gue bisa leluasa mau milih yang mana, akhirnya gue ketemu celana jeans denim berwarna hitam keabu-abuan yang sangat gue idamkan dulu. Lalu kita pulang kerumah dengan belanjaan yang cukup banyak.
Satnight dengan orang yang kita sayang bukan buat pacar saja, tapi bisa buat orang yang selalu sayang sama kita yaitu ibu.
Cetar !! bunyi petir dilangit dan turunlah ujan dan basah kuyup lagi. Sesampenya di rumah cewek gue, dia cemberut ngeliat gue basah gini tapi di ketawain juga akhirnya. Walaupun begitu, dia tetap menunjukkan rasa kasih sayangnya sama gue, dia ngerawat gue dirumahnya, walaupun gue harus pake celana bokapnya karena celana gue basah. Dan bokapnya ngeliat gue pake celana dia, gue enggak tau om sadar apa engga. Di tengah-tengah obral gue sama cewek gue, ibu bbm minta temenin disana katanya temennya enggak bisa di hubungin akhirnya gue diajak kesana bareng sama cewek gue juga. Tapi cewek gue enggak bisa, dia harus bantu bokapnya yang mau pergi ke Medan, sedih lah gue. Dengan modal baju pinjaman dari atas sampe sendal punya cewek gue, gue berangkat kesana. Setiba disana gue langsung ke gramedia, kerena gue sama ibu janjian disana. Akhirnya gue ketemu ibu didepan pintu gramed, tapi awalnya ibu gak kenal kalo itu gue, karena gue pake celana pendek, dan ibu tau kalo gue tuh jarang banget pergi pake celana pendek tapi akhirnya gue jelasin dapet darimana ini semua dan akhirnya dia yakin itu gue. Agak konyol kalo anak enggak dianggep cuma gara-gara beda baju. Sedih.
Langsung jalan menuju Bakmi GM, kami berdua lapar, sangat lah lapar, terutama gue yang udah kaya pembalap motor GP basah-basahan. Disana ibu cerita, kayaknya teman si ibu ini hape nya mati, padahal dia udah tiba duluan dibanding ibu di Taman Anggrek, tapi mereka engga jadi ketemu gara-gara komunikasi enggak lancar. Padahal temennya itu pejabat di Irian sana, gue berharap bisa ditraktir enak, gak taunya enggak bisa ketemu.
Layaknya dua sejoli, gue sama ibu makan berdua di meja kecil restaurant, ibu pertama kali mesen dia mau Bakmi special pangsit rebus, lalu gue lihat menu tadi sih gue udah makan nasi tomyam dirumah, tapi gue pengen nasi goreng disini enak soalnya menurut gue tapi masa nasi lagi. Akhirnya gue mau milih sama kaya ibu, gue suka pangsit rebut, tapi kata ibu jangan, terus gue tanya "kenapa emang bu?" lalu dia jawab "Kamu pesen bakmi sepcial bakso aja, kamu pengen pangsit rebus kan? kita joinan aja" tawaran yang sangat menggoda dan gue pun meng-iya kan ide tersebut. Dan minumnya kita selalu sama yaitu Teh Tawar Hangat, minuman rakyat yang murah dan sehat dan tentunya enak. Sambil menunggu ibu bercerita tentang temannya ini, awalnya mereka bisa janjian disini itu karena di facebook, mereka bisa bertemu berkomunikasi lagi, ibu ngucapin selamat ulang tahun ke temennya lalu ngobrol-ngobrol dan kebetulan temennya ini lagi di Jakarta maka janjian lah mereka untuk reunian. Kata ibu dulu, waktu dia masih di bangku SMA, waktu itu ada 1 orang yang ngadain party happy birthday di bulan oktober, karena jaman dulu itu harta tidak terlalu banyak makan jadi lah Happy Party Togther di bulan oktober dan ternyata bukan dua orang itu saja yang bertambah umur, tapi banyak temennya juga yang ulang tahun, semakin ramai acara tersebut jadinya. Akhirnya mereka terkadang melakukan itu lagi, dan menjadi sahabat sampai sekarang. Masih banyak lagi ibu cerita waktu itu, wawasan gue pun bertambah luas seiring dengan mangkok bakmi yang udah luas karena udah abis gue makan mie nya.
Perjalanan aku sama ibu tidak terhenti di restaurant saja, di Matahari ada diskon besar-besaran, mungkin mau ngabisin stock tahun lalu. Semangat lah ibu bila ada diskon tertera besar-besaran, dan kebetulan ibu menang arisan katanya, dua kali lipat lah kekuatan ibu. Ibu katanya pengen sepatu, akhirnya kita menuju tempat sepatu-sepatu yang banyak di pajang, tentunya dengan diskon yang di pajang juga. Banyak model-model sepatu yang bagus dengan harga yang murah meriah, mondar-mandir sana sini, coba sana-sini, obrak sana obrak sini. Ting ! akhirnya ketemu sepatu yang cocok buat ibu, ibu gak suka sama sepatu yg hak terlalu tinggi, dan gak mau yang depannya terbuka. Akhirnya dapat sepatu warna putih keabu-abuan, ibu kembali berjiwa muda. Langsung bilang sama petugasnya mau ngambil yang ini, oh iya ibu pernah cerita dia dulu pernah beli sepatu dengan harga yang murah banget, dia ada triknya waktu itu di tempat tersebut ada diskon beli 2 dapet 1 gratis dengan merek yang sama, sewaktu dikasir ibu liat-liat sepatu yang di beli sama customer dan ketemu akhirnya ada yang mereknya sama kaya yang ibu beli, ibu lalu mengajak 2 orang tersebut buat gabung pembeliannya, jadi mereka patungan bayar 2 lalu dapat 1 sepatu gratis, mungkin harga yang biasanya 250ribu akhirnya bisa jadi 150ribu. Lanjut ke sepatu ibu, ternyata sepatu yang didiskon itu murah banget, akhirnya ibu mulai berniat mencari sepatu lagi. Buat serepnya mungkin. Obrak-abrik sana sini dan akhirnya tidak begitu lama dapet sepatu yang dia inginin juga dan bayar lah sepatu tersebut. Gue enggak mau kalah sama ibu, mumpung ibu dapet duit arisan jadi gue juga pengen belanja, akhirnya gue minta dibeliin celana jeans. Di tempat pakain cowok kita melakukan hal yang sama terlebih dahulu, melihat mana yang tertera diskon gede. Akhirnya ketemu tempatnya, dan plus nya lagi itu udah diskon dapet lagi potongan 50ribu kalo dapat bonusnya dari pembelajaan sebelumnya, dan benar sekali ibu dapet 50ribunya ! makin murah deh celana tersebut, akhirnya dengan harga yang murah gue bisa leluasa mau milih yang mana, akhirnya gue ketemu celana jeans denim berwarna hitam keabu-abuan yang sangat gue idamkan dulu. Lalu kita pulang kerumah dengan belanjaan yang cukup banyak.
Satnight dengan orang yang kita sayang bukan buat pacar saja, tapi bisa buat orang yang selalu sayang sama kita yaitu ibu.
Idola
Girls' Generation bisa disebut juga SNSD (So Nyuh Shi Dae) sebuah girl band dari Korea yang terbentuk tahun 2007. Anggotanya terdiri dari Taeyeon (Leader), Seohyun, Tiffany, Sunny, Sooyoung, Yuri, Yoona, Jessica, Hyoyeon. Entah gimana caranya gue bisa 'kenalan' dengan mereka lewat dunia maya, awalnya gue enggak gitu suka sama apapun yang berbau Korea, tapi tiada gading yang tak retak, akhirnya gue luluh juga sama 9 cewek ini. Awalnya gue tau lagu ini tuh dari sebuah game online Ayo Dance, sedikit demi sedikit mulai teingat-ingat lah lagu dari girl band ini yaitu Gee. Waktu itu gue masih kelas 3 SMP, waktu jaman gue dulu itu kalo ada cowok yang suka sm Korea itu bisa di 'bacotin' sama cowok-cowok yang lain padahal belom tau aja mereka. Tapi waktu itu gue hanya sekedar tau dan gue enggak ingin mencari tau tentang mereka.Tahun demi tahun udah terlewat dan gue kelas 2 SMA. Disinilah gue bertemu dengan teman-teman yang mengidolakan SNSD, ilmu gue pun tentang mereka akhirnya meningkat dan fix saat itu juga gue menjadi Sone sebutan untuk fans SNSD. Dari 9 orang tersebut awalnya gue mengagumi Choi Sooyoung, dengan muka nya yang manis cantik seperti orang indonesia dan tubuh seksi nya yang menjulang tinggi. Dia jarang menunjukkan suaranya di beberapa lagu di grub ini tapi dia memiliki keahlian lain dalam setiap konser yaitu dance, orang yang paling tinggi di grub ini selain jago dance dia jago mampu berakting.
Hari demi hari pun berlalu dan disuatu hari gue kaya pergi kelautan samudra yang paling dalam dan menemukan berlian. Itu yang kira-kira gue rasain saat nonton MV terbaru tahun 2011 nya SNSD yaitu Mr. Taxi. Jujur saja waktu itu gue masih belom bisa membedakan mana saja anggota SNSDnya, gue inget nama tapi gak tau orangnya yang mana dan tanggapan gue pertama kali liat seohyun dan yuri itu mereka sedikit mirip. Kembali ke MV clip terbaru nya Girls' Generation banyak perubahan dari mereka contohnya rambut, karena gue dulunya suka sama Sooyoung gue pun mulai mencari, mana sooyoung nya? di Mv clip sebelumnya yang gue pernah liat seperti gee dan genie dia berpenampilan dengan rambut pendek, tapi disini ada yang jangkal menurut gue, gue ngeliat ada yang berambut pendek, tapi dia gak tinggi engga sesuai dengan kriteria Sooyoung tapi orang yang gue liat ini cantik,manis dan WAH ! Awalnya gue beranggapan dan tetep ngotot kalo itu Sooyoung, gue pun mulai menjelajah si buku internet yaitu Google. Gue search gambar Sooyoung disana tapi bukan ini yang gue bilang WAH tadi, gue pun penasaran dan terus mencari. Akhirnya gue berhasil menemukannya dan tanya sana sini sama beberapa temen yang suka dengan SNSD juga, ternyata dia adalah Kim Taeyeon seorang leader kecil dari grub ini. Dia dibilang kecil karena dia termasuk pendek di antara personil yang lain, walaupun tubuh dia kecil tapi dia punya suara tinggi yang dapat mengguncang para sone. Di MV nya ini dia sangat menawan, cantik, manis dan suaranya yang bagus. Akhir gue jadi fans dadakan si Leader kid tersebut, gue mulai mencari dimana-mana berita tentang dia, variety show yang dia mainkan dll. Kata orang-orang si Taeyeon ini punya muka yang sinis, tapi menurut gue itu bagian manis nya yang dia miliki dan gue suka tersenyum sendiri kalau liat dia ketawa atau senyum di beberapa acara, sungguh menawan.
Langganan:
Komentar (Atom)




