Senin, 14 Januari 2013

Latihan Dasar Kepimpinan

Gue mengikuti LDK pada kelas 2 SMA waktu itu, gue terobses sama sodara-sodara gue yang sukses di kalangan osis. Dulu gue pernah osis waktu SMP, tapi gue pengen coba lebih keatas lagi di tingkat SMA. Proses menjadi osis itu ada 2 tahap di sekolah gue, yaitu Latihan Dasar Kepimpinan (LDK) dan Pelantikan setelah calon yang sudah pasti terpilih.
Waktu kelas 1 gue pernah ikut tapi gue gagal tahap LDK, gue kurang menonjol disana. Tapi gue berharap bisa jadi osis di kesempatan kedua ini.
Lokasi LDK nya itu di Villa Pemuda, Cibodas. Tempatnya di lumayan bagus ada lapangan ada asrama nya 3, dan di dalam proses pembangunan 1 asrama. LDK pun mulai dengan peserta sekitar 100 orang, disini kita disuruh buat name tag isinya nama, kelas, dan jabatan yang di inginkan. Gue pengen jadi seksi 3, yaitu seksi yang ngurus acara MOS, study tour dll. Pertama kita baris rapi di dalam sebuah aula, disani kita di test kedisplinan kita dalam baris berbaris, gue rasa itu wajar dan harus di LDK ini. Tiba-tiba buat yang peserta seniornya disuruh baris paling depan termasuk gue, dan ditanya satu-satu pengen jadi apa? sanggup gak jabatannya kaya gitu? gue  pun langsung menjawabnya sanggup tapi ada 1 kakak kelas dateng ke gue, mungkin iseng nanya nya ' kamu sanggup gak kalo jadi ketua?' dia bilang begitu, ini tantangan buat gue dan langsung gue bilang sanggup. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ambil spidol dan menghapus jabatan yang gue pengen sebelumnya. Gue jadi canggung dan gugup 2x lipat, karena gue belom siap apa-apa buat jadi ketua osis kaya gini. Acara hari pertama pun disisi dengan berbagai materi dari beberapa narsumber, belom ada sesi dari kakak osisnya yang bakal menguji kita secara mental. Malam pun tiba dan akhirnya kita merasakan makan malam juga setelah materi yang numpuk. Tapi disini makan pun harus di uji, makan harus bener-bener banyak sayurnya, terutama para seniornya dikasih banyak lalapan sayurnya. Setelah mengambil makanan dari kantin, kita balik ke aula kita harus makan sama-sama karena kita anggap semua disini itu sodara. Setelah semua peserta tiba dan senior baris di paling depan, makanan kita disii dengan berbagai macam makanan yang kurang masuk akal, ada yang di  tambah sama mesis, kopi, susu dll di dalam makanan atau minuman kita dan kita makan di kasih waktu 1 lagu, harus kebut banget jadinya.
Satu lagu tidak cukup, maka di kasih 2 lagu buat yang terakhir. Lagu kedua abis akhirnya makanan para peserta habis juga, walaupun makanan nya udah sedemikian rupa tapi kami menikmati nya karena kita sangat lapar. Sebelum tidur di asrama kita dibagi beberapa kelompok, supaya tidurnya teratur dan tidak berantakan. Oh iya, sebelum di bagi kelompok asrama, kita pun juga di bagi kelompok buat jerit malam besok malam. Lalu kita pun tidur.
Hari kedua diawali dengan solat subuh, tapi kita suruh bangun lebih pagi supaya tidak ada yang telat beribadah. Begitu juga yang noni beribadah di pagi hari. Setelah solat subuh lalu kita beranjak kelapangan dan kita mulai dengan senam, serentak kita senam walaupun di omelin sama kakak osisnya tapi banyak sisi lucunya. Lanjut setelah senam kita lari kedepan luar villa, kita lari keatas ketempat wisata cibodasnya, melawati rumah warga, lewatin pasar, pagi-pagi sudah cukup ramai disini. Kita disuruh lari sampe ke ujung sana dengan kondisi jalan cukup menanjak, menguras tenaga banget. Sesampainya di ujung kita harus olahraga melatih fisik kita, dari push-up, sit-up, lompat-lompat dll. Untuk seksi olahraga yaitu seksi 7, tentunya tes fisiknya pun lebih berat udah mirip kaya latihan militer mungkin. Setelah latihan fisiknya, kita disuruh istarahat duduk sejenak dan cari temen sepasang cowok dengan cowok, cewek dengan cewek katanya kita disuruh gosok gigi tapi kita kan enggap bawa perlengkapannya. Ternyata dari turun menurun, budaya ini pun engga pernah ilang dari LDK di sekolah gue ini, gue disuruh gosokin gigi temen gue pake telunjuk gue, begitu juga temen gue ngegosok gigi gue. Sehabis itu kita suruh nyiumin jigognnya masing-masing, sangat sekali ini rasanya..
Lalu kita kembali ke aula, kita sarapan pagi. Sarapan kali ini lebih santai, tidak di batesin. Tapi tetep kita ditambah dengan berbagai makanan yang aneh-aneh tentunya yang busa di makan. Setelah sarapan kita lanjut dikasih materi oleh beberapa narasumber.
Setelah materi selesai sampe sore, akhirnya kita disuruh beres-beres aula, mandi dan semacamnya untuk persiapan materi pada malam hari dan jerit malam.
Jerit malam pun tiba, kita di bagi menurut kelompok yang sudah di tentukan. Karena gue ditunjuk sebagai calon ketua osis, maka gue jadi salah satu pemimpin tersebut. Kita disuruh nyamperin ke beberapa pos tidak boleh salah pos harus mengikuti peraturan, bila salah mengikuti peraturan kita bakal dapet hukuman. Di tiap pos pun beda-beda ujiannya, ada yang tanya ttg sejarah osis di sekolah, fisik, rencana di osis nanti mau jadi apa dsb. Ada salah satu pertanyaan dari ketua MPK yang masih membekas di gue, dia tanya 'Kalau pendapat lu disuatu maasalah gak bisa diterima sama anggota lu, apa yang bakal lu perbuat?' lalu gue jawab 'Gue bakal cari cara supaya mereka mengerti' disini dia langsung muka asem, dan menjawab nya dengan tegas 'Sebagai ketua, enggak ada namanya pemaksaan kepada anggotanya lu harus cari solusi lain dalam menyelesaikan masalah yang lu hadapi, bukan dengan memaksanya' gue merasa terpukul sekali dan gue menyalahkan egoisme gue, gue belom jadi ketua aja udah egois gini apalagi nanti kalo gue bakal kepilih jadi ketua nanti. Akhirnya gue pun merenung sangat dalam waktu itu dan lankjut ke pos lainnya.
Pos laainnya pun seru-seru ada yang iseng suruh nyanyi, joget-joget, olahraga dll. Di acara jerit malam ini kita mengalam rasanya suka cita menjadi satu, sungguh menyenangkan.
Setelah selesai jerit malam, kita langsung menuju api unggun. Menurut gue moment api unggun ini moment diamna kita merenung sangat dalam, merapihkan jati diri dan mau jadi apa kita untuk kedepannya.
Setelah api unggun, rasa persaudaraan kita sesama peserta pun bertambah begitu juga dengan para kakak kelas osisnya. Setelah itu kita melaksanan solat subuh bagi yang muslim, dan yang noni boleh beristirahat.
Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, kitapun bersiap pulang ke Jakarta. Dengan ilmu yang segudang kita dapati, semoga kita bisa menerapkan ilmu yang kita dapat disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar